Google Maps Mobile SDK for Work Lama: Android

Untuk pelanggan yang memiliki lisensi Google Maps APIs for Work lama atau Google Maps API for Business, Google Maps Android API dibeli sebagai bagian dari Google Maps Mobile SDK for Work. Bagian dokumentasi ini menjelaskan persiapan untuk SDK tersebut.

Laman ini hanya untuk pelanggan yang memiliki lisensi sebelumnya dari Maps APIs for Work atau lisensi Maps API for Business. Laman ini tidak berlaku untuk pelanggan yang memiliki Google Maps APIs Premium Plan baru, yang tersedia pada Januari 2016.

Ringkasan

Ikuti petunjuk pada laman ini untuk mengunduh SDK, mempersiapkan proyek Anda, dan menambahkan peta. Inilah rangkuman langkah-langkah yang diperlukan:

  1. Unduh SDK.
  2. Tambahkan SDK ke proyek Android yang baru atau yang sudah ada.
  3. Tambahkan kunci API Anda ke manifes aplikasi.
  4. Tetapkan izin Android yang diperlukan dan OpenGL ES versi 2.
  5. Tambahkan peta.

Unduh SDK

Anda bisa mengunduh SDK sebagai pustaka statis atau menggunakan Android SDK Manager.

Opsi 1: Unduh SDK sebagai pustaka statis

Unduh rilis terbaru sebagai pustaka statis.

Opsi 2: Unduh SDK menggunakan Android SDK Manager

Di Android Studio:

  1. Pilih Tools > Android > SDK Manager.
  2. Pilih Appearance & Behavior > System Settings > Android SDK.
  3. Klik tab SDK Update Sites.
  4. Klik ikon tambah (+) untuk menambahkan situs baru.
  5. Masukkan nama, misalnya 'Google Maps APIs' dan URL: https://dl.google.com/geosdk/android-m4b-addon.xml
  6. Klik OK.
  7. Klik tab SDK Tools.
  8. Pilih Google Maps Mobile SDK for Work dan klik OK untuk menyelesaikan pengunduhan.

Android Studio memasang pustaka di <android-sdk-folder>/extras/google/maps_for_business_sdk/.

Lihat panduan untuk Android SDK Manager untuk petunjuk mengenai penggunaan Android SDK Manager sebagai alat (bantu) mandiri.

Tambahkan SDK ke proyek Anda

Di bawah ini adalah petunjuk untuk Android Studio. Jika Anda menggunakan alat (bantu) yang berbeda, lihat petunjuk dalam dokumentasi Android untuk penggunaan baris perintah.

Google Maps Android API untuk Google Maps Mobile SDK for Work tersedia dalam dua format: sebuah bundel aar (google-maps-sdk-m4b.aar) dan modul pustaka (google-maps-sdk-m4b_lib). Anda bisa memilih format yang paling cocok untuk Anda.

Opsi 1: Impor SDK dari bundel aar

Ikuti langkah-langkah ini untuk menyertakan bundel aar (google-maps-sdk-m4b.aar) dalam proyek Android Studio Anda:

  1. Jelajahi Google Maps Mobile SDK for Work di lokasi ini:

    <android-sdk>/extras/google/maps_for_business_sdk

  2. Salin file google-maps-sdk-m4b.aar ke dalam direktori libs di proyek Anda. (Buat direktori ini jika tidak ada.)

  3. Tambahkan kode berikut di file build.gradle Anda:

    dependencies {
        compile(name:'google-maps-sdk-m4b', ext:'aar')
    
    }
    
    repositories {
        flatDir{
            dirs 'libs'
        }
    }
    
  4. Selesaikan langkah konfigurasi sebagaimana dijelaskan di bawah ini.

Opsi 2: Impor SDK sebagai modul pustaka

Sebagai ganti menggunakan file aar, Anda bisa mengikuti langkah-langkah ini untuk menambahkan modul pustaka SDK (google-maps-sdk-m4b_lib) ke proyek yang ada di Android Studio:

  1. Di Android Studio, pilih opsi untuk mengimpor modul baru (File -> New -> Import Module).
  2. Jelajahi SDK di lokasi ini:

    <android-sdk>/extras/google/maps_for_business_sdk

  3. Pilih direktori google-maps-sdk-m4b_lib, dan klik Choose.

  4. Terima nilai-nilai default dalam wizard impor.
  5. Klik Finish. Anda akan melihat file teks yang merangkum hasil proses impor.
  6. Pastikan pustaka tersebut telah disertakan dalam file settings.gradle:

    include ':googlemapssdkm4b_lib'

  7. Tambahkan dependensi modul dalam file build.gradle aplikasi Anda:

    compile project(':googlemapssdkm4b_lib')

Konversikan konfigurasi yang sudah ada yang menggunakan Google Play Services

  1. Jika Anda memiliki aplikasi yang ada menggunakan Google Play Services, ganti semua referensi ke paket com.google.android.gms.maps dengan com.google.android.m4b.maps.
  2. Berikan awalan ke semua referensi ke atribut layout XML dengan m4b_. Misalnya: m4b_mapType dan m4b_cameraZoom.

Mendapatkan kunci API dan menambahkan ke aplikasi Anda

Buat kunci API proyek Anda dan tambahkan kunci tersebut ke AndroidManifest.xml, seperti yang dijelaskan di bawah ini. Anda harus mempersiapkan kunci API yang terbatas-Android.

Kunci API mengidentifikasi Anda sebagai pelanggan Google Maps Mobile SDK for Work dan mengaktifkan dukungan dan kuota yang dibeli untuk aplikasi Anda. Anda bisa membuat kunci API pada akun yang memiliki layanan Google Maps Mobile SDK diaktifkan menggunakan kombinasi nama paket aplikasi Anda dengan sertifikat digitalnya.

Kunci API didasarkan atas bentuk singkat dari sertifikat digital aplikasi Anda. Semua aplikasi Android ditandatangani dengan sertifikat digital yang Anda pegang kunci rahasianya. (Lihat panduan Android untuk menandatangani aplikasi Anda untuk informasi selengkapnya tentang sertifikat digital.)

Menampilkan informasi sertifikat aplikasi Anda

Pembatasan kunci Android API berdasarkan bentuk singkat dari sertifikat digital aplikasi Anda, yang dikenal sebagai sidik jari SHA-1.

Mendapatkan informasi sertifikasi dari Android Studio

Jika Anda mengikuti panduan memulai untuk Google Maps Android API, Android Studio akan membuat sebuah file praktis google_maps_api.xml bersama kredensial aplikasi Anda.



Pilih salah satu dari cara berikut untuk mendapatkan kunci API Anda dari Android Studio:

  • Cara yang cepat dan mudah: Gunakan tautan yang disediakan dalam file google_maps_api.xml yang dibuat Android Studio untuk Anda:
    1. Salin tautan yang disediakan dalam file google_maps_api.xml dan tempelkan ke dalam browser Anda. Tautan ini akan membawa Anda ke Google API Console dan memberikan informasi yang diperlukan ke Google API Console melalui parameter URL, sehingga mengurangi masukan manual yang diperlukan dari Anda.
    2. Ikuti petunjuk untuk membuat proyek baru pada Google API Console atau pilih proyek yang sudah ada.
    3. Buat kunci API yang terbatas-Android untuk proyek Anda.
    4. Salin kunci API yang dihasilkan, kembali ke Android Studio, dan tempelkan kunci API ke dalam elemen <string> dalam file google_maps_api.xml.
  • Cara yang kurang cepat: Gunakan kredensial yang disediakan dalam file google_maps_api.xml yang dibuat Android Studio untuk Anda:
    1. Salin kredensial yang disediakan dalam file google_maps_api.xml.
    2. Masuklah ke Google API Console dalam browser Anda.
    3. Gunakan kredensial yang telah disalin untuk menambahkan aplikasi Anda ke kunci API yang sudah ada atau untuk membuat kunci API baru.

Mendapatkan informasi sertifikat Anda sendiri

Jika Anda tidak mengikuti panduan memulai saat membuat aplikasi, Anda perlu mendapatkan sidik jari SHA-1 bagi sertifikat Anda sendiri. Terlebih dahulu pastikan Anda menggunakan sertifikat yang tepat. Anda mungkin memiliki dua sertifikat:

  • Sertifikat debug: Android SDK Tools menghasilkan sertifikat ini secara otomatis bila Anda men-debug pembangunan. Hanya gunakan sertifikat ini bersama aplikasi yang sedang Anda uji. Jangan mencoba mempublikasikan aplikasi yang ditandatangani dengan sertifikat debug. Sertifikat debug dijelaskan lebih detail dalam Memasuki Mode Debug di Dokumentasi Developer Android.
  • Sertifikat rilis: Android SDK Tools menghasilkan sertifikat ini bila Anda membangun rilis. Anda juga bisa menghasilkan sertifikat ini menggunakan program keytool. Gunakan sertifikat ini bila Anda siap merilis aplikasi ke seluruh dunia.

Ikuti langkah-langkah di bawah ini untuk menampilkan sidik jari SHA-1 sertifikat menggunakan program keytool bersama parameter -v. Untuk informasi selengkapnya tentang Keytool, lihat dokumentasi Oracle.

Sertifikat debug

Menampilkan sidik jari sertifikat debug

  1. Temukan file keystore debug Anda. Nama filenya adalah debug.keystore, dan dibuat saat pertama Anda membangun proyek. Secara default, file ini disimpan dalam direktori yang sama seperti file Android Virtual Device (AVD) Anda:

    • macOS dan Linux: ~/.android/
    • Windows Vista dan Windows 7: C:\Users\your_user_name\.android\
  2. Tampilkan daftar sidik jari SHA-1:

    • Untuk Linux atau macOS, buka jendela terminal dan masukkan yang berikut ini:

      keytool -list -v -keystore ~/.android/debug.keystore -alias androiddebugkey -storepass android -keypass android
    • Untuk Windows Vista dan Windows 7, jalankan:

      keytool -list -v -keystore "%USERPROFILE%\.android\debug.keystore" -alias androiddebugkey -storepass android -keypass android

Anda akan melihat hasil yang serupa dengan ini:

Alias name: androiddebugkey
Creation date: Jan 01, 2013
Entry type: PrivateKeyEntry
Certificate chain length: 1
Certificate[1]:
Owner: CN=Android Debug, O=Android, C=US
Issuer: CN=Android Debug, O=Android, C=US
Serial number: 4aa9b300
Valid from: Mon Jan 01 08:04:04 UTC 2013 until: Mon Jan 01 18:04:04 PST 2033
Certificate fingerprints:
     MD5:  AE:9F:95:D0:A6:86:89:BC:A8:70:BA:34:FF:6A:AC:F9
     SHA1: BB:0D:AC:74:D3:21:E1:43:07:71:9B:62:90:AF:A1:66:6E:44:5D:75
     Signature algorithm name: SHA1withRSA
     Version: 3
Sertifikat rilis

Menampilkan sidik jari sertifikat rilis

  1. Temukan file keystore sertifikat rilis Anda. Tidak ada lokasi atau nama default untuk keystore rilis. Jika Anda tidak menetapkannya saat membangun aplikasi untuk dirilis, pembangunan akan membiarkan .apk Anda tidak ditandatangani, dan Anda harus menandatanganinya sebelum Anda bisa mempublikasikannya. Untuk sertifikat rilis, Anda juga memerlukan kata sandi dan alias sertifikat untuk keystore dan sertifikatnya. Anda bisa menampilkan daftar alias untuk semua kunci dalam keystore dengan memasukkan:

    keytool -list -keystore your_keystore_name

    Ganti your_keystore_name dengan jalur yang memenuhi syarat dan nama keystore, termasuk ekstensi .keystore. Anda akan diminta memasukkan kata sandi keystore. Kemudian keytool akan menampilkan semua alias di keystore.

  2. Masukkan yang berikut ini pada terminal atau baris perintah:

    keytool -list -v -keystore your_keystore_name -alias your_alias_name

    Ganti your_keystore_name dengan jalur yang memenuhi syarat dan nama keystore, termasuk ekstensi .keystore. Ganti your_alias_name dengan alias yang Anda tetapkan pada sertifikat saat membuatnya.

Anda akan melihat hasil yang serupa dengan ini:

Alias name: <alias_name>
Creation date: Feb 02, 2013
Entry type: PrivateKeyEntry
Certificate chain length: 1
Certificate[1]:
Owner: CN=Android Debug, O=Android, C=US
Issuer: CN=Android Debug, O=Android, C=US
Serial number: 4cc9b300
Valid from: Mon Feb 02 08:01:04 UTC 2013 until: Mon Feb 02 18:05:04 PST 2033
Certificate fingerprints:
    MD5:  AE:9F:95:D0:A6:86:89:BC:A8:70:BA:34:FF:6B:AC:F9
    SHA1: BB:0D:AC:74:D3:21:E1:43:67:71:9B:62:90:AF:A1:66:6E:44:5D:75
    Signature algorithm name: SHA1withRSA
    Version: 3

Baris yang dimulai SHA1 berisi sidik jari SHA-1 sertifikat. Sidik jari adalah rangkaian 20 angka heksadesimal dua digit yang dipisah dengan titik dua.

Lihat panduan Android untuk menandatangani aplikasi Anda untuk informasi lebih jauh tentang sertifikat digital.

Verifikasi bahwa akun Anda sudah diaktifkan untuk layanan

Google Maps Mobile SDK Tim

Google Cloud Support mengaktifkan layanan Google Maps Mobile SDK saat Anda mendaftar ke Google Maps Mobile SDK for Work. Layanan ini diaktifkan pada proyek baru. Anda kemudian bisa mendapatkan kunci API dari Google API Console.

Catatan: Hanya pemilik pertama dari proyek yang bisa melihat layanan Google Maps Mobile SDK. Untuk meminta otorisasi bagi pemilik proyek tambahan untuk melihat layanan, ajukan kasus non-teknis di Google Cloud Support Portal.

Verifikasikan bahwa akun Anda telah diaktifkan seperti berikut:

  1. Kunjungi Google API Console dan masuk dengan akun Google Anda.
  2. Pilih proyek Google Maps Mobile SDK for Work yang dibuat untuk Anda saat Anda memesan Google Maps Mobile SDK for Work. Nama proyek dimulai dengan Google Maps APIs for Business or Google Maps for Work or Google Maps. Jika Anda belum membeli akses ke SDK, hubungi [bagian penjualan].
  3. Di Dashboard, dalam daftar API, periksa apakah Google Maps Mobile SDK* diaktifkan.

Mendapatkan kunci API dari Google API Console

Setelah layanan Google Maps Mobile SDK for Work diaktifkan untuk proyek Anda, Anda harus membuat kunci baru.

  1. Masuk ke Laman kredensial Google API Console dan masuk dengan akun Google Anda.
  2. Pilih proyek Google Maps Mobile SDK for Work yang dibuat untuk Anda saat Anda memesan Google Maps Mobile SDK for Work. Nama proyek dimulai dengan Google Maps APIs for Business or Google Maps for Work or Google Maps. Jika Anda belum membeli akses ke SDK, hubungi [bagian penjualan].
  3. Dari daftar API keys, cari kunci dengan Android restriction.
  4. Jika proyek Anda belum memiliki kunci API yang terbatas-Android, buat kunci sekarang dengan memilih Create credentials > API key.
  5. Dalam dialog yang muncul, pilih Restrict key.
  6. Dalam bagian Restrictions, pilih Android apps, lalu masukkan nama paket dan sidik jari SHA-1 aplikasi. Misalnya:

    BB:0D:AC:74:D3:21:E1:43:67:71:9B:62:91:AF:A1:66:6E:44:5D:75
    com.example.android.mapexample
    
  7. Klik Save.

    Kunci API dibatasi-Android yang baru akan muncul dalam daftar kunci API untuk proyek Anda. Kunci API adalah string karakter, seperti ini:

    AIzaSyBdVl-cTICSwYKrZ95SuvNw7dbMuDt1KG0
    

Menambahkan kunci API ke aplikasi Anda



Ikuti langkah-langkah di bawah ini untuk menyertakan kunci API dalam manifes aplikasi Anda, yang dimasukkan dalam file AndroidManifest.xml.

  1. Dalam AndroidManifest.xml, tambahkan elemen berikut sebagai anak dari elemen <application>, dengan menyisipkannya persis sebelum tag penutup </application>:
        <meta-data
            android:name="com.google.android.geo.API_KEY"
            android:value="YOUR_API_KEY"/>
        

    Gantilah kunci API untuk YOUR_API_KEY Anda dalam atribut value. Elemen ini menetapkan com.google.android.geo.API_KEY kunci ke nilai kunci API Anda.

  2. Simpan AndroidManifest.xml dan bangun kembali aplikasi Anda.

Catatan: Seperti yang ditampilkan di atas, com.google.android.geo.API_KEY adalah nama metadata yang disarankan untuk kunci API. Kunci dengan nama ini bisa digunakan untuk mengautentikasi beberapa API berbasis Google Maps sekaligus di platform Android, termasuk Google Maps Android API. Untuk kompatibilitas mundur, API juga mendukung nama com.google.android.maps.v2.API_KEY. Nama lawas ini memungkinkan autentikasi untuk Android Maps API v2 saja. Sebuah aplikasi hanya bisa menetapkan satu nama metadata kunci API. Jika keduanya ditetapkan, maka API akan melontarkan eksepsi.

Menetapkan izin aplikasi

Tetapkan izin yang dibutuhkan aplikasi Anda, dengan menambahkan elemen <uses-permission> sebagai anak elemen <manifest> dalam AndroidManifest.xml.

Izin lokasi

Jika aplikasi Anda mengakses lokasi pengguna saat ini dengan mengaktifkan layer My Location, Anda harus meminta izin lokasi seperti dijelaskan dalam panduan untuk data lokasi.

Izin penyimpanan eksternal

Jika target Anda Google Play Services SDK versi 8.3 atau yang lebih baru, Anda tidak perlu lagi izin WRITE_EXTERNAL_STORAGE untuk menggunakan Google Maps Android API.

Jika target Anda Google Play Services SDK versi sebelumnya, Anda harus meminta izin android.permission.WRITE_EXTERNAL_STORAGE.

<uses-permission
        android:name="android.permission.WRITE_EXTERNAL_STORAGE" />

Catatan: Jika target aplikasi Anda adalah API level 23 (Android 6.0), yang mengharuskan penggunaan izin waktu proses, Anda harus menargetkan Google Play Services SDK versi 8.3 atau yang lebih baru.

Izin secara otomatis digabungkan ke dalam manifes Anda.

Izin berikut didefinisikan dalam manifes Google Play Services, dan secara otomatis digabungkan ke dalam manifes aplikasi Anda pada saat dibangun. Anda tidak perlu menambahkannya secara eksplisit ke manifes:

Menetapkan OpenGL ES versi 2

Google Maps Android API menggunakan OpenGL ES versi 2 untuk merender peta. Setelan berikut didefinisikan dalam manifes Google Play Services, dan secara otomatis digabungkan ke dalam manifes aplikasi Anda pada saat dibangun. Anda tidak perlu menambahkannya secara eksplisit ke manifes:

<uses-feature
        android:glEsVersion="0x00020000"
        android:required="true"/>

Ini akan memberi tahu layanan eksternal mengenai persyaratan tersebut. Khususnya, ini mencegah Google Play Store menampilkan aplikasi Anda pada perangkat yang tidak mendukung OpenGL ES versi 2.

Tambahkan peta

Cara termudah untuk menguji apakah aplikasi Anda telah dikonfigurasi dengan benar adalah menambahkan sebuah peta sederhana.

Catatan: Kode ini tidak boleh digunakan dalam aplikasi produksi.

  1. Dalam activity_main.xml, tambahkan fragmen berikut.

    <?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
    <fragment xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"
              android:id="@+id/map"
              android:layout_width="match_parent"
              android:layout_height="match_parent"
              android:name="com.google.android.m4b.maps.MapFragment"/>
    
  2. Dalam MainActivity.java, tambahkan kode berikut.

    package com.example.mapdemo;
    
    import android.app.Activity;
    import android.os.Bundle;
    
    public class MainActivity extends Activity {
    
        @Override
        protected void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
            super.onCreate(savedInstanceState);
            setContentView(R.layout.activity_main);
        }
    }
    

Bangun dan jalankan aplikasi Anda

Bangun dan jalankan aplikasi Anda. Anda akan melihat sebuah peta.

Pemecahan masalah:

  • Jika Anda tidak melihat sebuah peta, pastikan bahwa Anda telah melakukan semua langkah yang muncul sebelumnya dalam dokumen ini. Khususnya, pastikan kunci API Anda sudah benar dan akun Anda telah diaktifkan untuk layanan Google Maps Mobile SDK for Work.

  • Jika jumlah metode dalam proyek melebihi batas, Anda mungkin akan menerima sebuah kesalahan:

    Unable to execute dex: method ID not in [0, 0xffff]: 65536

    Untuk informasi mengenai sebab dan solusi, lihat panduan developer Android untuk membangun aplikasi dengan lebih dari 65.000 metode.

  • Jika proyek Anda sudah bergantung pada Guava Anda mungkin akan menerima kesalahan benturan kelas seperti yang satu ini:

    com.android.dex.DexException: Multiple dex files define Lcom/google/common/annotations/Beta

    Untuk mengatasi masalah ini, Anda bisa menghapus salinan Guava dari direktori google-maps-sdk-m4b_lib/libs.

Informasi selengkapnya

Cara migrasi aplikasi yang ada

Android API yang tersedia bersama Google Maps Mobile SDK for Work telah didesain sangat mirip dengan Google Maps Android API standar. Akibatnya, proses migrasi jadi sederhana.

  1. Unduh Google Maps Android API untuk Google Maps Mobile SDK for Work, dan tambahkan SDK ke proyek Anda seperti dijelaskan di atas.
  2. Ganti semua referensi ke paket com.google.android.gms.maps dengan com.google.android.m4b.maps.
  3. Berikan awalan ke semua referensi ke atribut layout XML dengan m4b_. Misalnya: m4b_mapType dan m4b_cameraZoom.
  4. Buat kunci API baru proyek Anda dan tambahkan kunci tersebut ke AndroidManifest.xml, seperti yang dijelaskan dalam panduan autentikasi.
  5. Bangun aplikasi Anda.

Membandingkan versi

Tabel berikut menjelaskan perbedaan kunci antara menggunakan Google Maps Android API standar dan menggunakan API dengan Google Maps Mobile SDK for Work.

D
  Standar Google Maps Android API Google Maps Mobile SDK for Work
Nama paket com.google.android.gms.maps com.google.android.m4b.maps
Atribut XML di file layout Gunakan nama atribut tanpa awalan. Misalnya: mapType. Beri awalan pada semua nama atribut dengan m4b_. Misalnya: m4b_mapType. Untuk detailnya, lihat dokumentasi mengenai atribut XML.
Lokasi pengunduhanisertakan bersama Google Play Services. Tersedia sebagai pustaka statis.
Saluran dukungan Dukungan berbasis komunitas Akses ke dukungan Premium
Ketentuan Tunduk pada Ketentuan Layanan Google Maps APIs. Tunduk pada ketentuan Google Maps Mobile SDK for Work.

Google Play Services

Google Maps Android API standar memerlukan Google Play Services APK dan pustaka klien Google Play Services. Akan tetapi, bila digunakan bersama Google Maps Mobile SDK for Work, SDK hanya mengharuskan Google Play Services APK telah dipasang pada perangkat target - pustaka klien tidak diperlukan.

Saat melakukan migrasi aplikasi ke Google Maps Mobile SDK for Work, Anda tidak perlu membuang Google Play Services SDK dari proyek. Akan tetapi, Anda harus membuang semua referensi ke paket com.google.android.gms.maps. Google Play Services berisi versi Google Maps Android API serta layanan Google lainnya. Jika Anda memanfaatkan layanan Play dalam aplikasi untuk menggunakan Google API lainnya, pastikan Anda hanya menggunakan SDK Google Maps Mobile SDK for Work (paket com.google.android.m4b.maps) untuk mengakses Maps.

Meskipun pustaka klien Google Play Services tidak diperlukan, mungkin sebaiknya Anda menyertakan pustaka tersebut agar bisa memanfaatkan Google API lainnya, misalnya Google+ atau Location API.

Kode contoh

Google Maps di GitHub menyertakan sejumlah contoh yang mengilustrasikan penggunaan Google Maps Android API dalam aplikasi Android Anda. Perhatikan, aplikasi contoh ini menggunakan paket com.google.android.gms.maps, bukan com.google.android.m4b.maps yang digunakan bersama Google Maps Mobile SDK for Work. Aplikasi contoh ini juga memerlukan Google Play Services SDK, karena menggunakan Location API untuk bagian-bagian demo.

Selain itu, Anda bisa menemukan cuplikan kode pada setiap laman panduan developer.

Dokumentasi

Sumber utama informasi tentang Google Maps Mobile SDK for Work adalah dokumentasi referensi dan developer yang tersedia di tempat lain pada situs kami.