Membuat Daftar URL

Agar sistem kami dapat menemukan konten Anda, kami memerlukan URL konten tersebut. Sebagaimana dinyatakan dalam Pengantar Pengindeksan, sistem kami dapat melakukan crawling konten situs Anda melalui natural course yang ditentukan oleh algoritme kami, tanpa tugas tambahan apa pun di pihak Anda. Tindakan ini sudah memadai untuk keperluan Anda.

Namun, jika Anda memiliki konten yang belum siap ditautkan oleh halaman lain, seperti halaman baru atau informasi yang tidak jelas, Anda dapat membantu sistem kami mempelajari URL dengan menyediakannya dalam daftar, yang dikenal sebagai peta situs. Secara umum, hal inilah yang Anda butuhkan untuk memudahkan sistem kami dalam menemukan markup terbaru dan menyajikan pratinjau hasil kaya untuk konten Anda di hasil Penelusuran.

Jenis-jenis URL yang Anda berikan

URL yang Anda berikan ke Google terbagi dalam dua klasifikasi umum:

  • URL kanonis—URL utama untuk konten Anda.

    Secara umum, URL kanonis adalah URL pilihan yang digunakan untuk mengakses konten tertentu di situs. Misalnya, jika konten tersedia di URL terpisah untuk HTML dan HTML AMP, dan Anda memilih versi HTML, berarti Anda menyetel URL versi HTML sebagai URL kanonis. Sebaliknya, jika situs dibuat sepenuhnya dalam HTML AMP tanpa konten HTML yang sesuai, URL AMP harus berupa URL kanonis karena tidak ada URL lain. Pelajari URL Kanonis lebih lanjut di Pusat Bantuan kami.

  • URL alternatif—URL untuk konten alternatif ke resource konten utama.

    Biasanya, Anda akan menentukan URL alternatif ketika memiliki beberapa bentuk URL untuk konten yang sama, seperti halaman AMP atau konten yang diterjemahkan dari aslinya. Ketika URL ini ditautkan, sistem kami dapat lebih mudah mengonsolidasikan peringkat untuk konten serupa dan menyajikan resource yang tepat bagi pengguna, seperti halaman AMP untuk pengguna seluler.

Untuk mengetahui informasi selengkapnya, pelajari cara Mengatribusi Resource Online Anda.

Membuat peta situs sederhana

Peta situs paling mendasar adalah daftar file teks dari URL kanonis. Anda dapat membuat daftar dan menghostingnya di situs Anda. Anda memiliki satu URL per baris; sebagai contoh:

    http://www.example.com/dogs/poodles/poodle1.html
    http://www.example.com/dogs/poodles/poodle2.html
    

Generator peta situs menyederhanakan pembuatan file untuk situs Anda, dan tersedia untuk banyak sistem pengelolaan konten, seperti WordPress dan Drupal. Generator peta situs biasanya menghasilkan file XML, yang juga didukung oleh kami.

Peta situs berbasis teks hanya membantu pencarian konten. Peta situs tidak membantu sistem kami mengetahui saat konten telah diperbarui karena tidak berisi metadata tambahan seperti tanggal perubahan, atau daftar URL alternatif. Tunjukkan setiap konten alternatif dengan menautkannya dari dalam halaman kanonis, dan pastikan bahwa halaman alternatif tertaut kembali ke URL kanonis, seperti yang dijelaskan di Mengatribusi Resource Online Anda.

Pelajari peta situs di Pusat Bantuan Search Console.

Membuat peta situs XML

Jika ingin memberikan pembaruan informasi tentang URL Anda serta menjalin hubungan di antara URL tersebut dan URL alternatif, penggunaan peta situs merupakan cara yang tepat karena dapat mencantumkan URL kanonis dan URL alternatif dalam satu file, serta menyediakan tanggal perubahan.

Contoh berikut menunjukkan peta situs XML sederhana dengan satu entri halaman yang menggunakan URL kanonis dan AMP, serta menetapkan tanggal perubahan.

    <?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
    <urlset xmlns="http://www.sitemaps.org/schemas/sitemap/0.9"
    xmlns:xhtml="https://www.w3.org/1999/xhtml" >
      <url>
        <loc>http://example.com/dogs/poodles/poodle1.html</loc>
        <xhtml:link rel="amphtml" href="http://example.com/dogs/poodles/poodle1.amp.html"/>
        <lastmod>2016-01-13T18:30:02Z</lastmod>
      </url>
    </urlset>
    

Stempel waktu untuk tanggal harus dalam format W3C Datetime. Format ini memungkinkan Anda mengabaikan porsi waktu, jika diinginkan, dan menggunakan YYYY-MM-DD.

Panduan Peta Situs

Sebaiknya gunakan teks biasa atau XML sebagai format untuk peta situs Anda. Selain itu, file peta situs tidak boleh berisi lebih dari 50.000 URL dan tidak boleh lebih besar dari 50 MB saat tidak dikompresi, sehingga Anda harus membagi URL yang jumlahnya besar menjadi beberapa file.

Lihat daftar lengkap pedoman peta situs pada Membuat dan Mengirim Peta Situs di Pusat Bantuan Search Console.