ContrailWatch adalah serangkaian atribusi jejak pesawat terbang tingkat penerbangan, untuk penerbangan pada tanggal sebelumnya, yang dihitung menggunakan metode yang dijelaskan dalam Sarna et al. 2025, yang dibangun di atas Geraedts et al. 2023.
Meskipun tidak digunakan secara langsung untuk perencanaan penerbangan, atribusi jejak kondensasi penting untuk tujuan pelatihan, evaluasi, dan pendidikan. Kami berharap data ini akan digunakan untuk mempercepat penelitian jejak pesawat.
Penggunaan
Atribusi ContrailWatch telah digunakan untuk melatih perkiraan jejak pesawat berbasis ML, mengevaluasi uji coba penghindaran jejak pesawat, dan memberikan insight tentang pola pembentukan jejak pesawat.
Contoh
Contoh gambar ini adalah frame dari urutan gambar satelit GOES-16 di atas area Gulf Coast. Data ini digunakan untuk mengevaluasi apakah penerbangan penghindar jejak awan buatan pesawat menghasilkan jejak awan buatan pesawat yang dapat dideteksi.
Garis tebal menunjukkan jalur penerbangan asli dan lintasan penerbangan yang dipengaruhi angin, beserta jejak pesawat yang terdeteksi oleh sistem computer vision. Detail selengkapnya tersedia dalam makalah asli.
Batasan
Atribusi ContrailWatch memiliki batasan berikut:
Cakupan geografis: Atribusi tersedia di subwilayah GOES-East (khususnya AS Kontinental) dan MTG (Eropa Kontinental).
Atribusi berbasis GOES East memiliki kualitas tingkat produksi, sedangkan atribusi berbasis MTG masih dalam versi beta.
Berfokus pada pembentukan: Atribusi didasarkan pada pengamatan pembentukan jejak pesawat dari citra satelit dan bukan pengamatan langsung terhadap gaya radiatif.
Perkiraan gaya energi efektif diberikan berdasarkan rata-rata klimatologis yang berasal dari CoCiP (Schumann 2012; Platt et al. 2024). Metodologi untuk memperkirakan gaya energi adalah bidang penelitian yang aktif dan dapat berubah dalam versi mendatang.
Peringatan: Atribusi mungkin tidak mencerminkan keseluruhan pembentukan jejak pesawat di wilayah tersebut.
Memahami persentase pembentukan jejak pesawat yang dapat diamati dalam citra satelit adalah pertanyaan penelitian terbuka. Riset terbaru menunjukkan bahwa sekitar setengah dari semua jejak pesawat dapat dideteksi di satelit geostasioner, dengan sebagian besar pemanasan berasal dari jejak pesawat yang dapat dideteksi pada suatu waktu dalam masa pakainya (Driver et al. 2025).
Referensi
Geraedts, Scott, Erica Brand, Thomas R. Dean, Sebastian Eastham, Carl Elkin, Zebediah Engberg, Ulrike Hager, et al. 2023. Sistem Skalabel untuk Mengukur Pembentukan Jejak Pesawat per Penerbangan. Environmental Research Communications, http://doi.org/10.1088/2515-7620/ad11ab.
Sarna, A., Meijer, V., Chevallier, R., Duncan, A., McConnaughay, K., Geraedts, S., dan McCloskey, K.: Membuat tolok ukur dan meningkatkan kualitas algoritma untuk mengatribusikan jejak kondensasi yang diamati satelit ke penerbangan, Atmospheric Measurement Techniques, https://doi.org/10.5194/amt-18-3495-2025.
Schumann, U. 2012. "A Contrail Cirrus Prediction Model". Geoscientific Model Development 5 (3): 543-80.
John C Platt, Marc L Shapiro, Zebediah Engberg, Kevin McCloskey, Scott Geraedts, Tharun Sankar, Marc E J Stettler, Roger Teoh, Ulrich Schumann, Susanne Rohs: The effect of uncertainty in humidity and model parameters on the prediction of contrail energy forcing 2024 Environ. Res. Commun. 6 095015
Driver, O. G. A., Stettler, M. E. J., dan Gryspeerdt, E.: Faktor-faktor yang membatasi deteksi jejak pesawat dalam gambar satelit, Atmos. Meas. Teknologi, 18, 1115–1134, https://doi.org/10.5194/amt-18-1115-2025, 2025.